Senin, 10 Maret 2014

Lelaki Sembelih Dan Hirup Darah Anak Sendiri Depan Mertua Di Lahad Datu

0 komentar


Lahad Datu – “Tergamak menantu saya menyembelih anak sendiri sebelum menghirup darah yang memancut dari leher. Ini semua kerja syaitan,” kata Imam Nasir, 58, apabila melihat cucu lelaki kesayangannya berusia tujuh tahun disembelih bapa kandung di depan matanya dalam kejadian ngeri di Kampung Epil, Jalan Kastam Baru, kelmarin.

Dalam kejadian jam 9.20 malam, mangsa, Haikal Salimar menggelupur kesakitan sebelum meninggal dunia akibat kecederaan parah di leher.

Lebih mengerikan lagi, bapa mangsa, Salimar Hamad, 35, seolah-olah tidak menghiraukan keadaan anak bongsunya yang berlumuran darah, sebaliknya bertindak menghirup darah yang membuak keluar dari leher kanak-kanak malang itu.

Sambil meluahkan perasaan marah, Imam berkata, menantunya itu bertindak seperti haiwan.

“Saya terkejut dengan tindakannya dan ahli keluarga lain berusaha menahan perbuatan itu tetapi gagal. – Harian Metro

Read more ►

Rabu, 01 Januari 2014

Anak Ifa Raziah Cedera Bergaduh Luka Teruk Di Dahi

0 komentar
Anak kepada penyanyi Ifa Raziah cedera di dahi selepas terlibat dalam insiden pergaduhan dengan rakan sekolahnya dalam kejadian yang berlaku di sebuah sekolah antarabangsa di Gombak, dekat sini, Jumaat.
Ifa atau nama sebenarnya Saripah Raziah Mustapha, 38, berkata, anaknya Muhammad Shakir Aqili Mohd Yani, 8, dikatakan ditolak oleh seorang pelajar darjah lima akibat perasaan cemburu dengan koleksi patung gusti yang dimiliki Muhammad Shakir Aqili.
"Pada tengah hari Jumaat, selepas tamat waktu sekolah, anak saya berborak dengan anak kepada pelakon Amyza Aznan yang turut belajar di sekolah yang sama. Mereka berborak mengenai patung gusti.
"Tiba-tiba datang seorang budak darjah lima menyertai perbualan itu dan anak saya terus menyambung perbualannya sambil menceritakan koleksi patung gusi yang dimilikinya.
"Kerana tidak percayakan kata-kata Muhammad Shakir Aqili, budak itu menolaknya sehingga kepala dia terkena besi menyebabkan luka pada dahi sebelah kiri," katanya yang dihubungi mStar Online, di sini malam Jumaat.
Tambah Ifa, akibat kejadian itu anaknya terpaksa dihantar ke Hospital Kuala Lumpur (HKL) untuk mendapatkan rawatan dan menerima enam jahitan.
Katanya, Muhammad Shakir Aqili, juga terpaksa di hantar ke Hospital Pakar KPJ Tawakkal (KPJ TSH) dekat sini untuk menjalani imbasan kerana dikhuatiri terdapat gegaran otak.
Dalam pada itu, sehingga berita ini ditulis pada malam Jumaat, Ifa berkata, ibu bapa kepada kanak-kanak itu masih belum bertemu atau menghubunginya walaupun mereka telah diberitahu mengenai kejadian tersebut oleh pihak sekolah.
"Pelik juga, sepatutnya ibu bapa budak itu perlu meminta maaf kepada saya dan suami, tetapi sehingga sekarang mereka tidak menghubungi kami pun. Sedangkan mereka telah diberitahu oleh pihak sekolah,” katanya.
Ifa yang turut bimbang dengan keadaan kesihatan anaknya itu akan membuat laporan polis pada Sabtu. -Mstar
Read more ►

Sabtu, 28 Desember 2013

Jue Aziz Dah Ada Anak Lelaki

0 komentar

Rasanya agak lama juga berita mengenai perkembangan terbaru pelakon berbakat, Jue Aziz tidak keluar di mana-mana akhbar tempatan kan? Ke mana agaknya pelakon tersebut menghilang ya?

Bagi peminat yang ingin tahu, baru-baru ini pelakon tersebut dilihat begitu aktif berkongsi beberapa foto comelnya bersama seorang bayi lelaki yang dipanggil sebagai Darwish.

Apa yang menghairankan OHBULAN! di sini, bila agaknya Jue Aziz berkahwin? Adakah Jue telah berkahwin secara senyap-senyap tanpa pengetahuan pihak media atau bayi lelaki tersebut sekadar anak angkatnya?

Melalui foto-foto yang dikongsikan, ramai juga yang ingin tahu siapakah suami pelakon tersebut?


Setelah meneliti setiap komen-komen yang ditinggalkan di laman sosial tersebut, barulah OHBULAN! dapat jawapan yang sebenar.


Rupa-rupanya bayi comel tersebut merupakan anak angkat Jue dan pelakon itu turut mengaku telah menjadi ibu susuan Darwish. - Ohbulan
Read more ►

Sabtu, 30 November 2013

10 Anak Artis Holywood Paling Stylish

0 komentar
1. Willow Smith

Dia adalah putri dari Will Smith dan Jada Pinkett-Smith berusia 10 tahun yang baru-baru ini dikabarkan menandatangani perjanjian dengan produser musik kenamaan, Jay-Z untuk menelurkan album perdananya. Gayanya cukup eksentrik dan mengundang perhatian karena amat tidak biasa dan cenderung cuek dan ala punk.


2. Romeo Beckham
Dia adalah anak kedua dari pasangan David dan Victoria Beckham. Di usia 8 tahun saja, adik dari Brooklyn Beckham ini sudah pandai memadupadankan busana. Ia sudah menemukan gaya nyamannya yang ala LA, dengan sepatu kets, kaus, serta topi. Ia pun bahkan pernah mendesain kacamata hitam untuk sebuah label.
3. Shiloh Jolie-Pitt
Dia adalah anak putri kandung Angelina Jolie dan Brad Pitt. Menurut sebuah wawancara dengan Angelina Jolie, dikabarkan Shiloh sangat suka bergaya seperti lelaki, terlihat dari caranya memilih pakaian. Bahkan, ia mengira dirinya adalah bagian dari grup kakak-kakak lelakinya, hingga mereka terpaksa memangkas rambut Shiloh cukup pendek karena permintaannya. Gaya berpakaian Shiloh disebut Jolie, Montenegro Style.
4. Kingston Rossdale
Dia baru berusia 4 tahun, Kingston sudah menunjukkan gaya berpakaian yang unik. Mungkin juga karena pengaruh orangtuanya, Gavin Rossdale dan Gwen Stefani. Ia terlihat layaknya anak rocker. Senang mengenakan warna-warna gelap, kadang terang, tabrak corak, sepatu boots, dan sebagainya.
5. Arlo Weiner
Di usia 9 tahun, Arlo Weiner, anak dari kreator film serial televisi Mad Men, Matt Weiner, sudah mendapat julukan the littlest dandy, alias pria dandy terkecil. Ia senang mengenakan ascot dan blazer beludru.
6. Elle Fanning
Lebih banyak orang mengenal kakaknya, Dakota Fanning, namun nama dara berusia 12 tahun ini makin mencuat di Hollywood. Tak hanya karena bakatnya bermain di beberapa film, tetapi juga karena kecantikan dan pemilihan busananya yang memikat.
7. Suri Cruise
Nama yang satu ini sudah tak perlu diperkenalkan lagi. Mungkin Suri adalah salah satu anak selebriti yang paling sering difoto paparazzi di muka bumi ini. Ia memang sudah jelas memiliki kesukaan untuk berdandan dan mengenakan pakaian yang gaya. Ketika ia tampil mengenakan sepatu berhak kecil, banyak orangtua yang mengecam Katie Holmes, padahal, Suri sendiri yang menyukainya.
8. Lourdes Leon
Dara berusia 14 tahun ini adalah anak dari ibu superterkenal, Madonna. Saat ini Lourdes sudah punya blog khusus fashion sendiri. Gaya ala cewek keras sepertinya menurun dari sang ibunda.
9. Levi Mcconaughey
Masih berusia 2 tahun, Levi sudah mencuri perhatian dengan gayanya yang lucu. Mungkin bukan Levi sendiri yang memilih pakaiannya, tetapi anak dari aktor Matthew McConaughey ini terlihat sangat manis dengan baju-baju kecilnya.
10. Tavi Gevinson
Dia adalah penulis blog fashion yang baru berusia 13 tahun. Ia memulai blog berjudul Style Rookie ketika ia masih berusia 11 tahun. Tak lama kemudian, hasil tulisannya mendapat apresiasi dan diwawancara oleh majalah New York Times. Kini blog-nya mendapat pengikut sekitar 50 ribu pembaca setiap harinya. Banyak orang mengikuti blog-nya untuk mendapatkan inspirasi. Tavi kini sering diminta membantu mendesain busana di beberapa label fashion.
Read more ►

Minggu, 24 November 2013

Cara yang baik untuk mendisiplinkan Anak

0 komentar

Cara terbaik untuk mendisiplinkan anak
Memiliki anak-anak yang punya kedisiplinan tinggi, memang cita-cita semua orangtua. Namun, adakalanya orangtua kesulitan mendisiplinkan  anak-anak mereka. Yaa..Maklum karena masih anak anak ..
Agar Anak Anda mau mematuhi segala aturan yang ada di rumah,Tentu Anda harus menggunakan cara cara yang cocok untuk usia anak anak.
Jika Anda merasa kesulitan untuk mendidik dan mendisiplinkan anak,
berikut 18 trik / cara mendisiplinkan anak.yang dikutip dari banyak sumber

Sering kali, orangtua terus berkutat dengan masalah kedisiplinan anak yang idealnya selalu dipatuhi. Orangtua terkadang harus memaksa anak-anaknya untuk disiplin di rumah, menghormati orangtua, bicara dengan nada yang santun, rajin belajar, tidur siang tepat waktu, yang intinya mengatur semua gerak-gerik Si Kecil.

Namun, harus tetap ingat, kedisiplinan yang Anda maksud tak hanya melakukan koreksi pada tingkah laku anak-anak saja. Tapi juga mengajarkan kepada mereka cara untuk bisa mengontrol dirinya, serta peduli akan lingkungannya, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi orang yang berhasil di kemudian hari.

Untuk itu, ada beberapa pendekatan yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak-anak mendisiplinkan dirinya.

1. Tegas
Jika Anda melarang anak-anak untuk tidak melakukan sesuatu, buatlah alasan-alasan yang masuk akal, dengan memberikan penjelasan dan bimbingan padanya. Anak jaman sekarang pasti tidak akan mau menerima alasan seperti, "Jangan duduk di depan pintu, pamali!" Atau, "Jangan main terlalu sore, nanti diculik Kalong Wewe!" Beritahu alasannya, kenapa dia tidak boleh duduk di depan pintu atau bermain sore-sore, menjelang malam.

2. Jangan Plin Plan
Pada dasarnya, Si Kecil akan meniru apa yang orang dewasa lakukan. Begitu pun jika Anda dan pasangan bertindak plin-plan terhadap suatu keputusan. Misalnya, Anda tak setuju dia melompat-lompat di tempat tidur, sementara pasangan Anda membiarkannya. Hal ini hanya akan membuat dia bingung, akibatnya dia jadi mengabaikan ketidaksetujuan Anda. Jadi, buatlah kesepakatan keputusan dengan pasangan agar anak-anak jadi mudah dalam bersikap.

3. Kompromi
Anak-anak tak selalu bisa mengatasi dan membedakan antara persoalan yang besar dan kecil. Sesekali, berkompromi dan mengertilah diri mereka. Tindakan kompromi akan membuat anak-anak menjadi lebih mudah menghadapi persoalan yang lebih besar nantinya. Misalnya, jika dia lalai menengok ke kiri-kanan saat akan menyeberang jalan, lain kali dia tak akan begitu lagi. Jika Anda keberatan dengan sikapnya, nyatakan dengan jelas. Misalnya, "Berhentilah melempar-lempar mainanmu, Nak!" Tapi, jangan katakan, "Hei, mainannya jangan dilempar-lempar, dong!"

4. Beri Bimbingan
Jika anak Anda mengobrak-abrik buku dari lemari yang ada di ruang keluarga, katakan saja, "Maukah kamu berhenti bermain buku? Baca saja, ya di kamarmu?" Jika dia tak memedulikan perkataan Anda, dengan cara yang lembut namun tegas, Anda bisa membimbingnya ke kamar dan katakan padanya, dia boleh kembali ke ruang keluarga jika mau mendengarkan kata-kata Anda.

5. Beri Peringatan
Jika anak tahu aturan yang telah Anda buat, pada usia tertentu, Anda hanya perlu bertanya padanya, ketika melakukan pelanggaran. Dia akan langsung merasa segan pada Anda, karena ada konsekuensi atau sanki yang harus diterimanya segera, setelah pelanggaran dibuat. Jika Anda terbiasa membuat batasan peringatan sampai hitungan 5, kali ini kurangi sampai hitungan ke 3, sehingga anak akan belajar untuk segera mengubah sikap setelah diberi peringatan.

6. Beri Alasan
Jika anak bermain-main dengan benda tajam, Anda tentu harus lebih berhati-hati memperingatinya. Terangkan dengan bahasa yang jelas dan sederhana, apa yang akan Anda lakukan dan sebutkan alasannya. Misalnya, "Mama simpan pisaunya ya, Sayang, nanti bisa melukai tanganmu!" Atau, "Mama minta kamu jangan main air ya, nanti lantainya jadi licin dan bisa bikin kamu terjatuh."

7. Jangan Tunda Hukuman
Jika Anda ingin menghukum anak yang tidak disiplin, hukumlah segera setelah Anda tahu dia tidak disiplin. Jangan sampai Anda menunda memberi hukuman padanya. Sebab, anak-anak tidak akan mau menerima hukuman beruntun atau mengulangi kesalahan. Berilah hukuman yang mendidik, seperti menyapu lantai, merapikan tempat tidur, tidak main play station atau barbie, atau membersihkan kamar mandi.

8. Tetap Tenang
Marah sambil berteriak, membentak, atau menceramahi anak tanpa henti, akan membuat Anda menjadi orang yang melakukan tindak kekerasan verbal terhadap anak. Tindakan ini justru bisa merusak rasa penghargaan diri pada anak Anda. Akibatnya, anak jadi tidak memiliki rasa pede di ahdapan orangtuanya.

9. Bertekuk Lutut
Menunduklah saat berbicara pada Si Kecil, terutama saat memberi kritikan padanya. Tekuklah lutut Anda atau ambil posisi duduk di hadapnnya, agar pandangan mata Anda sejajar dengannya. Dengan sikap seperti ini, Anda tak perlu merasa khawatir akan kehilangan respek darinya. Justru sebaliknya, dia akan semakin menghormati dan menghargai Anda sebagai orangtua.

10. Jangan Ceramah
Ajaklah Si Kecil ngobrol dan berdiskusi, dari pada diceramahi panjang lebar. Meskipun tampaknya pernyataan ini tidak bernada keras, seperti, "Sudah berkali-kali Mama bilang ..." Atau, "Setiap saat kamu kok ...", tetap memberi kesan seolah-olah dia ditakdirkan untuk selalu mengecewakan Anda, apapun yang dia perbuat.

Cobalah gulirkan pertanyaan-pertanyaan seperti, "Merokok, kan, enggak baik untuk anak-anak, ya?" Atau, "Apakah kamu suka jika temanmu mengganggu terus di sekolah, Nak?" Kritiklah sikapnya, jangan salahkan dirinya.

11. Tunjukkan Sikap PositifTerlalu banyak waktu Anda yang terbuang jika hanya mengkritik sikap buruk Si Kecil. Sebaliknya, Anda jadi kekurangan waktu untuk memberinya pujian atas sikap positifnya. Ada kalanya, sesekali Anda perlu mengucapkan, "Mama senang, lho, lihat kamu membereskan mainan dan menyimpannya di tempat semula."

12. Bermain Bersama
Jika sempat, tak ada salahnya Anda meluagkan waktu sebenatr dan ikut bermain-main denganyya. Buatlah permainan bernuansa perlombaan semacam "siapa cepat dia dapat." Permainan ini akan melatih anak Anda bertindak cepat setelah ada aba-aba dari Anda, atau yang dia ucapkan sendiri.

13. Hindari Rasa Jengkel

Belajarlah untuk memaklumi hal-hal yang bisa memicu anak kesal dan jengkel. Umumnya, perasaan tidak nyaman ini dialami anak-anak saat dia sedang kelelahan, saat Anda terlalu menuntutnya berbuat lebih, saat dia lapar, dan saat dia sakit. Minimalisasi kondisi-kondisi yang membuatnya tidak nyaman ini untuk mengurangi kejengkelan pada anak.

14. Jangan Menampar!
Tamparan keras yang Anda berikan di wajahnya, akan berpengaruh buruk bagi diri anak, juga Anda. Anak yang pernah ditampar orangtuanya akan merasa lebih menderita, dari pada perasaan tidak dihargai atau depresi sekalipun. Tindakan ini pun sekaligus bisa mengajarkan, secara tidak langung pada anak, untuk menyelesaikan segala persoalan dengan cara kekerasan.

15. Jangan Menyuap
Jangan membiasakan memberi uang atau hadiah kepada anak saat Anda memintanya untuk mengerjakan atau melarang sesuatu. Kebiasaan seperti ini bisa membuat anak jadi tidak mau mengerjakan atau menghindari sesuatu, jika belum diberi uang atau hadiah.

16. Bersikap Dewasa
Bersenda gurau dengan cara melucu berlebihan, dengan menggigiti atau menarik-narik rambut anak Anda, untuk menunjukkan rasa sayang, merupakan tindakan yang salah. Bersikaplah sewajarnya, sebagai orang dewasa seperti menggenggam tangannya, memeluknya, atau memberi ciuman di kedua pipi atau kepalanya.

17. Hadapi Rengekan
Katakan kepada anak-anak untuk tidak merengek saat meminta sesuatu dan tegaskan pula, Anda tidak akan mengabulkan permintaannya jika disampaikan dengan cara merengek atau menangis. Kecuali, jika dia meminta sesuatu dengan sikap yang manis dan sopan.

18. Contoh Baik
Jika suatu kali anak Anda pernah memerogoki Anda sedang berdebat dengan pasangan tanpa menggunakan kekerasan, dia akan meniru sikap baik itu. Tapi, jika Anda dan pasangan bertengkar dengan saling menghina, memukul, atau berteriak, anak Anda akan meniru sikap-sikap buruk itu di kemudian hari.

Dari 18 trik di atas, yang terpenting, Anda harus mengerti terlebih dulu kondisi anak-anak. Berusaha untuk membuatnya menjadi lebih disiplin, tanpa memahami bagaimana dan apa yang dia lakukan, sama halnya seperti menuangkan sirup ke dalam botol tertutup. Dengan kata lain, percuma saja dan hanya akan memperburuk keadaan di kemudian hari.

Hubungan dan komunikasi yang baik dengan anak memang sangat perlu dilakukan. Yang bisa Anda lakukan segera untuk mengatasi masalah ini, yaitu Anda hanya perlu bertanya kepada anak, apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa dia berbuat begitu. Pada beberapa kasus, anak-anak dapat berterus terang tentang masalahnya kepada orangtua. Namun, jika dia tak mau berterus terang, sementara Anda tidak mempunyai cara lain untuk bertindak, tetaplah berpikir positif.


sumber
Read more ►
 

Copyright © Kate terbaru Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger