Sabtu, 30 Agustus 2014

Cara Membuat EM5 Pestisida Organik sendiri dengan mudah

0 komentar
Dewasa ini berkembang berbagai macam obat-obatan buatan pabrik semakin hari semakin banyak dan semakin tidak mujarab. Selain harganya yang semakin Mahal, petani juga rentan adanya penipuan produk. Akibatnya ongkos produksi melambung dan yang lebih parah lagi tanaman tetap mati walupun telah diobati.
Kini telah ditemukan EM5 sebagai obat manjur pembasmi berbagai macam jamur dan serangga pada tanaman. Selain bahan-bahannya sangat mudah ditemukan disekitar kita, harganya juga dapat ditekan dan tidak memberatkan. Silahkan mencoba.

Bahan:
a. Molas/tetes atau gula 100 ml/0,5 ons.
b. EM4 100 ml.
c. Cuka aren / cuka makan 100 ml.
d. Alkohol 40% 100 ml.
e. Air cucian beras yang pertama 1000 ml.
f. Jahe, legkuas, kencur, kunyit, temulawak, temugiring, dan lain lain masing masing 1 jari jempol tangan
g. Sereh 2 batang
h. Bawang merah 3 sampai 5 siung
i. Bawang putih 5 sampai 10 siung
j. Daun mindi/nimba 1 sampai 2 ons
k. Brontowali / antawali 10 cm

Cara pembuatan:
hancurkan semua bahan dengan cara di tumbuk atau agar lebih halus bisa menggunakan blender kemudian dicampur dan masukkan kedalam wadah yang miliki tutup. masukkan seluruh bahan dalam jerigen beserta ampas ampasnya kemudian kocok hingga merata  simpan dalam suhu ruangan dan derigen dalam keadaan tertutup
b. Kocok pagi dan sore.
c. Buka tutup botol untuk membebaskan gas yang terbentuk selama proses fermentasi.
d. Kurang lebih 15 hari pengocokan dihentikan (setelah tidak ada gas yang terbentuk).
e. Biarkan selama 7 hari. baru EM5 siap di gunakan

cara mengunakan atau cara aplikasi EM5:

Campuran EM5 sebanyak 5-10 ml/Liter, penyemprotan sebaiknya sore hari menjelang matahari terbenam atau pada malam hari

faedah atau kegunaan EM5:
Untuk menekan serangan hama dan penyakit pada tanaman pertanian.
menyehatan tanah dan tanaman
Read more ►

Senin, 10 Maret 2014

Lelaki Sembelih Dan Hirup Darah Anak Sendiri Depan Mertua Di Lahad Datu

0 komentar


Lahad Datu – “Tergamak menantu saya menyembelih anak sendiri sebelum menghirup darah yang memancut dari leher. Ini semua kerja syaitan,” kata Imam Nasir, 58, apabila melihat cucu lelaki kesayangannya berusia tujuh tahun disembelih bapa kandung di depan matanya dalam kejadian ngeri di Kampung Epil, Jalan Kastam Baru, kelmarin.

Dalam kejadian jam 9.20 malam, mangsa, Haikal Salimar menggelupur kesakitan sebelum meninggal dunia akibat kecederaan parah di leher.

Lebih mengerikan lagi, bapa mangsa, Salimar Hamad, 35, seolah-olah tidak menghiraukan keadaan anak bongsunya yang berlumuran darah, sebaliknya bertindak menghirup darah yang membuak keluar dari leher kanak-kanak malang itu.

Sambil meluahkan perasaan marah, Imam berkata, menantunya itu bertindak seperti haiwan.

“Saya terkejut dengan tindakannya dan ahli keluarga lain berusaha menahan perbuatan itu tetapi gagal. – Harian Metro

Read more ►

Sabtu, 16 November 2013

Menjadi Penyelamat Untuk Diri Kita Sendiri

0 komentar

Ketika kita memulai menjalankan sebuah rancangan kehidupan. Terkadang ada hal-hal yang tidak mungkin terjadi dan di luar pengetahuan kita. Semua di luar kendali, bahkan mungkin di luar kuasa kita. Dan pada saat inilah kita akan merasa sebuah kondisi bernama down zone, dimana zona ini terbentuk dari sebuah kondisi yang tidak kita harapkan. Pertanyaannya apakah yang akan kita lakukan ketika mengalami down zone? Berdiam dirikah? Merenungkah? Menunggu keajaiban datang dengan sendirinya? Hura-hura seraya mencoba melupakan down zone? Atau bercerita pada orang-orang sekeliling kita tentang penderitaan yang kita alami?

Sebenarnya di kala kita mengalami down zone tidak ada yang bisa merubah zona tersebut menjadi normal kembali, kecuali diri kita sendiri. Tentunya dengan bantuan Sang Maha Besar, pemilik dan penggenggam dunia ini. Yang menjadi pertanyaannya sudahkah kita menjadi penyelamat untuk diri kita sendiri?

Sungguh sebenarnya diri kita dalam setiap kondisi apapun harus bisa menyelematkan diri kita sendiri. Dengan tidak terjebak dalam sebuah kondisi terlarut bernama perasaan, sebenarnya kita bisa menyelamatkan diri kita sendiri di saat mengalami down zone. Hanya yang menjadi masalah apakah kita mau menolong diri sendiri? Alih-alih ingin mempertahankan rasa yang ada dalam jiwa, kita berusaha membesarkan wilayah down zone kita, sampai pada tahap akhir. Sungguh dilematis adanya, sebab kita menutup semua solusi yang ada dengan sebuah statement mempertahankan perasaan. Padahal jikalau pikiran kita mau berkompromi dengan perasaan kita, luas wilayah down zone bisa berkurang, bahkan mungkin hilang. Namun karena kita terlena dengan yang namanya rasa, semua seolah menjadi sebuah kewajaran yang tak perlu dirisaukan. Padahal ini adalah sebuah keseriusan yang harus kita perhatikan ketika kita menjalani kehidupan. Bayangkan saja jika luas down zone terus bertambah, maka sudah bisa dipastikan sikap apatis akan sebuah kemajuan tumbuh semakin besar. Dan kalau sudah begini, bisa jadi seorang akan merasa hidup tidak berharga bahkan hampa, yang ujung-ujungnya membuat orang tersebut bunuh diri.

Sungguh ini adalah sebuah problematika serius ketika kita menjalani kehidupan. Dari tulisan ini, saya ingin mengajak sobat pembaca untuk melihat lebih dalam apa itu rasa dan kenapa kita terkondisikan oleh rasa? Bukankah kita mahluk sempurna? Maka kenapa kita tidak bisa mengendalikan apa yang seharusnya bisa dikendalikan? Bukankah kita punya akal untuk melihat semua masalah sebagai bahan pertimbangan? Bukankah kita punya nurani yang memberitahukan, hal terbaik untuk kita? Bukankah kita bisa menjadi penyelamat untuk diri kita sendiri?

Salam Inspirasi

Irawan Senda

Read more ►
 

Copyright © Kate terbaru Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger